
Buku yang akan kita review kali ini adalah Buku Twelve and a Half dari Gary Vaynerchuk. Jujur saya membeli buku Twelve and a Half waktu itu hanya karena harganya murah cuma 35K (promo 9.9) hehehe. Tapi sebenarnya yang buat saya tertarik membeli buku ini adalah penulisnya Gary Vaynerchuk atau Gary Vee, pengusaha idola saya di media sosial. Meskipun awalnya cuma karena murah, ternyata isi buku Twelve and a Half sangat mahal. Dari beberapa buku yang saya beli waktu promo 9.9, hanya buku ini yang akhirnya berhasil selesai saya baca.
Tentang Penulis – Si Pebisnis Blak-blakan dari Dunia Nyata
Gary Vaynerchuk adalah seorang pengusaha, investor, sekaligus influencer asal Amerika Serikat yang dikenal dengan gaya bicaranya yang blak-blakan dan energinya yang seperti tidak pernah habis (ngomong mulu ini orang, kalian harus follow). Gary membangun bisnis keluarganya, Wine Library, jadi perusahaan besar lewat digital marketing bahkan sebelum kata “digital marketing” jadi istilah umum. Lewat media sosial, Gary Vee terus kasih insight soal bisnis, personal branding, dan pentingnya keseimbangan emosional. Makanya, banyak orang yang baca buku Gary Vee bukan cuma karena pengen belajar bisnis, tapi juga karena pengen belajar jadi manusia yang lebih bahagia dan sadar diri.
Tentang Buku Twelve and a Half
Buku ini punya judul lengkap: Twelve and a Half: Kecerdasan Emosional Terpenting dalam Bisnis. Judul unik Twelve and a Half (12 1/2) berasal dari penilaian diri Gary Vee yang kurang pada satu kualitas dari 13 bahan emosional yang dia jelaskan dalam buku, yaitu Kejujuran/Keterusterangan yang baik yang hanya diberi nilai 1/2. Buku ini dibagi jadi tiga bagian besar. Pertama, Gary ngenalin dua belas sifat emosional yang menurut dia penting banget buat sukses (mungkin bisa banyak kata dia tapi biar lebih masuk judulnya makanya hanya diberi 12). Bagian kedua, adalah inti panduan dalam buku. Gary menyajikan 35 hipotesis masalah bisnis dan solusinya, sekaligus menasihati bahan emosional mana yang harus digunakan. Dan terakhir, adalah bagian latihan pengembanagn EQ.
Seperti biasa banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari buku Twelve and a Half tapi saya hanya akan menulis 3 pelajaran dari bukunya yang sudah saya rangkum di bawah ini, sisanya silahkan beli dan baca bukunya murah kok.
3 Hal Penting dari Buku Twelve and a Half
- Kesadaran Diri Adalah Pondasi Segalanya
Self-awareness adalah kunci sukses. Banyak orang gagal bukan karena nggak mampu, tapi karena nggak kenal dirinya sendiri. Dengan kesadaran diri, kita tahu apa kekuatan kita, apa kelemahan kita, dan di mana seharusnya kita bermain. Dengan memahami diri sendiri, kita nggak bakal buang waktu buat ngebandingin hidup kita dengan orang lain. - Empati Itu Superpower
Dalam dunia bisnis yang keras, empati sering dianggap lemah. Tapi menurut Gary, empati justru adalah kekuatan yang jarang dimiliki orang. Dengan empati, kamu bisa ngerti apa yang pelanggan, rekan kerja, atau bahkan dirimu sendiri butuhkan. Bisnis yang manusiawi akan bertahan lebih lama dari bisnis yang cuma mengejar angka. - Keingintahuan Bikin Kita Terus Tumbuh
Rasa ingin tahu itu bahan bakar buat terus berkembang. Gary percaya kalau curiosity bikin kita tetap relevan. Orang yang penasaran bakal terus belajar, bereksperimen, dan menemukan hal baru dari di situlah pertumbuhan dimulai. Dalam bisnis yang terus berubah, orang yang berhenti penasaran bakal cepat ketinggalan.
Penutup
Secara keseluruhan, review buku Twelve and a Half ini bukan sekadar panduan menjadi pebisnis, tapi juga panduan menjadi manusia yang lebih sadar, sabar, dan penuh empati. Bahasanya ringan, contoh-contohnya nyata, dan cocok banget buat pengusaha muda atau siapa pun yang ingin kerja dengan hati tanpa kehilangan arah. Kekurangannya mungkin ada beberapa contoh kasus di bagian kedua yang tidak relate untuk setiap pembaca jadi bisa diskip saja sihh.
“Kindness and empathy are not weaknesses; they’re the ultimate strengths in a world that’s always rushing.”