aqmal thesyaar - Buku The Diary of a CEO

Alasan saya membeli buku The Diary of a CEO yang akan kita review kali ini sebenarnya cukup sederhana dan agak random. Awalnya dari scroll Shopee nemu rekomendasi buku ini, sampulnya cukup sederhana cuma tulisan besar dan blok kuning, tapi judulnya menarik (belum checkout takut cuma judul click bait). Di saat yang hampir bersamaan, saya juga tanpa sengaja melihat potongan podcast The Diary of a CEO di Instagram (mungkin karena algoritma), hmm kayaknya menarik ini buku dan tidak salah memang bukunya enak dibaca dan banyak insight nilai hidup, pemasaran dan bisnis. Kamu juga harus baca sendiri. :))

Sekilas Tentang Penulis dan Gambaran Buku

Steven Bartlett adalah seorang entrepreneur muda asal Inggris, pendiri Social Chain, sekaligus host podcast The Diary of a CEO yang sangat populer. Menariknya, Steven bukan tipe penulis yang terlalu teoritis. Ia banyak menulis berdasarkan pengalaman pribadi, kegagalan, proses jatuh-bangun, dan obrolannya dengan berbagai orang hebat dalam podcast yang kemudian dihubungkan dengan psikologi, sains dan penelitian lainnya.

Buku The Diary of a CEO disusun berdasarkan 4 pilar utama yaitu diri, kisah, filosofi dan tim. Setiap pilar berisi kumpulan “hukum” atau prinsip hidup dan bisnis yang dianggap fundamental oleh Steven Bartlett, total terdapat 33 hukum dalam buku ini. Buku ini tidak dibaca seperti buku lain yang harus runut dari bab 1 sampai akhir, tapi lebih seperti kumpulan refleksi pendek yang bisa dibaca lompat-lompat.

Orang-orang yang menimbun emas memiliki kekayaan sesaat. Orang-orang yang menimbun pengetahuan dan keterampilan memiliki kekayaan seumur hidup. Kemakmuran sejati adalah apa yang anda ketahui dan apa yang dapat anda lakukan. – Steven Bartlett

3 Poin Penting dari Buku

Sebenarnya banyak poin penting dalam buku ini, bahkan 33 hukum dalam buku adalah poin penting yang sudah dipilih oleh penulis dari kumpulan pembelajaran dan pengalaman hidupnya. Tapi saya cukup merangkum 3 poin saja, sisanya silahkan cari tahu sendiri. Hehehe

1. Isi 5 Bejana dengan urutan Benar

Steven menjelaskan bahwa hidup kita terdiri dari lima “bejana” utama: pengetahuan, keterampilan, jejaring, sumber daya, dan reputasi. Buku ini mengingatkan untuk fokus kepada dua bejana awal yaitu pengetahuan dan keterampilan maka bejana sisanya akan mengikut karena dua bejana awal adalah pondasi utama.

2. Persamaan Disiplin: Kematian, Waktu, dan Disiplin

Salah satu bagian paling menohok adalah ketika Steven membuka penjelasan dengan mengingatkan tentang kematian dan taruhan kita dengan waktu. Ketimbang cuma menjelaskan berbagai macam teknik disiplin, Steve lebih fokus kepada alasan psikologis untuk disiplin dalam jangka panjang.

3. Bertanyalah “Siapa”, Bukan “Bagaimana”

Konsep ini pernah saya baca entah di buku mana, tapi penulis kembali mengingatkan. Alih-alih terus bertanya “bagaimana caranya saya bisa melakukan ini?”, Steven menyarankan untuk bertanya “siapa yang bisa melakukan ini?”. Pola pikir ini menggeser fokus dari mengerjakan semuanya sendiri ke membangun tim dan kolaborasi.

Penutup

Secara keseluruhan review, Buku The Diary of a CEO cukup reflektif menggabungkan bebrbagai nilai kehidupan, pemasaran, dan bisnis dengan cara yang sederhana. Buku ini cocok untuk kamu pebisnis, pekerja, atau siapa pun yang sedang mencari panduan kehidupan dan bisnis. Kekurangannya, bagi sebagian orang buku ini mungkin terasa repetitif dan beberapa konsep sudah pernah dibaca di buku lain. Tapi justru di situlah kekuatannya: sederhana tapi mendalam, seperti rangkuman beberapa buku yang cocok untuk dibaca ulang.